Insight

News

#Gold#Treding - PT. Midtou Aryacom Futures
Gold Meledak Lagi Level Psikologis 5500 Berhasil Di Break High

Emas kembali meledak ke rekor tertinggi di atas $5.500 per ons, didorong dolar AS yang melemah dan arus keluar investor dari obligasi pemerintah serta mata uang. Reli kali ini terasa lebih “liar” karena likuiditas pasar menipis, sehingga pergerakan harga jadi cepat dan mudah melebar.

Emas batangan sempat melesat hingga 3,2%, meneruskan lonjakan 4,6% pada sesi sebelumnya—kenaikan harian terbesar sejak puncak pandemi Maret 2020. Sepanjang tahun ini, emas sudah naik sekitar 28%, sementara perak hampir 65% dan ikut mencetak rekor baru. Kombinasi ketegangan geopolitik dan isu independensi Federal Reserve membuat minat ke safe haven makin tebal.

Menurut pelaku pasar, reli super cepat justru membuat bank lebih sulit ambil posisi besar. Ketika bank mengurangi risiko, volume transaksi turun dan pasar jadi lebih tipis—hasilnya volatilitas naik. Di kondisi seperti ini, kenaikan kecil bisa memicu dorongan beli yang lebih besar karena order di pasar tidak setebal biasanya.

Ada juga faktor teknikal yang ikut memperkuat lonjakan, seperti fenomena gamma squeeze. Sederhananya, saat penjual opsi “terpaksa” melakukan lindung nilai, mereka membeli kontrak berjangka. Di pasar yang tipis, pembelian tambahan ini bisa membuat harga naik lebih cepat, bahkan tanpa ada lonjakan permintaan fisik baru—makanya harga bisa terlihat naik tajam lalu cepat turun lagi.

Dari sisi cerita besar, pasar juga mulai melihat melampaui keputusan The Fed yang menahan suku bunga. Spekulasi bahwa kebijakan bisa lebih lunak ke depan—termasuk isu siapa pengganti Jerome Powell akhir tahun—mendorong minat pada emas yang tidak memberi imbal hasil. Ditambah lagi, aksi jual obligasi Jepang, wacana intervensi yen, serta komentar Trump soal dolar memperkuat “trade pelemahan mata uang” yang membuat emas makin menarik bagi pembeli global.

Pada Kamis siang di Asia, emas naik sekitar 2% ke $5.526,72/ons (setelah sempat menyentuh rekor $5.588,71). Perak berada di sekitar $117,47/ons setelah sempat membuat rekor di atas $119. Indeks dolar versi Bloomberg melemah tipis pada hari itu dan turun sekitar 1,4% untuk sepekan, menjaga logam mulia tetap punya “angin” dari sisi mata uang. (az)

Sumber: Newsmaker.id

By Admin Midtou
on 2026-01-29